Tulisan Terkini >>

Tinggi Hilal Diatas 2 Derajat, 1 Syawal 1435 H Akan Bersamaan

Yogyakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan awal syawal 1435 H yang akan jatuh pada hari Senin 28 Juli 2014. Berbeda dengan awal Ramadhan yang Pemerintah memutuskan berbeda dengan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1435 H Pemerintah diyakini akan menetapkan sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurohman didampingi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers mengenai pernyataan resmi penentuan awal 1 Syawal 1435H, di gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Jum’at (18/7). Dalam keterangannya Oman menjelaskan, tinggi Hilal atau piringan bulan yang terpantul sinar Matahari pada saat tenggelamnya Matahari tanggal 27 Juli 2014 adalah sebesar 3,6 derajat dan masih di atas ufuk. Dengan demikian menurut perhitungan hisab Imkanurukyat Pemerintah yang mensyaratkan tinggi hilal 2 derajat, maka menurut Oman Fathurohman kriteria pemerintah sudah terpenuhi  dan diyakini pemerintah akan menetapkan 1 syawal 1435H pada 28 Juli 2014. “3,6 derajat itu tinggi hilal apabila dilihat dari Yogyakarta, apabila dilihat dari Banda Aceh, maka tinggi bulan sebesar 2,1 derajat artinya masih juga memenuhi kriteria yang ditetepkan pemerintah,” jelasnya.

Oman Fathurohman mengunkapkan, Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, tidak mensyaratkan ketinggian hilal. Untuk Muhammadiyah jelas Oman, setelah terjadi Ijtima’ atau konjungsi dan bulan telah mengejar matahari, serta saat matahari tenggelam bulan masih ada di atas ufuk, maka kriteria telah terpenuhi dan esoknya telah masuk bulan baru.

Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menghimbau pawa warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1435 H, sebagai jalan untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sedikit terganggu akibat tensi pilpres yang cukup tinggi. “Saya berharap Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali menjalin ukhuwah, dan melupakan segala pertentangan yang mungkin terjadi karena Pilpres,” tegasnya.[sp/muh.or.id]

Pertama Kalinya AMM Cabang Blimbing Adakan MTDA 2014 di Ranting



Perkaderan pada hakekatnya merupakan pembinaan personel anggota dan pimpinan secara terprogram dengan tujuan tertentu bagi Persyarikatan. Dalam Muhammadiyah perkaderan dititikberatkan pada pembinaan idiologi; pembinaan kepemimpinan; membangun kekuatan dan kualitas pelaku gerakan, idiologi gerakan dan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang menyeluruh dan berorientasi ke masa depan.Denngan demikian, perkaderan Muhammadiyah menjadi upaya penanaman nilai, sikap dan cara berpikir, serta peningkatan kompetensi dan integritas terutama dalam aspek idiologi, kualitas kepemimpinan, ilmu pengetahuan dan wawasan bagi segenap pipmpinan, kader dan anggota/warga Muhammadiyah.
 
Pada hari Ahad-Senin (20/7) kemarin Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Blimbing yang terdiri dari PCPM Blimbing dan PCNA Blimbing mengadakan perkaderan tingkat 1. Acara ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Ranting Muhammadiyah Tanjung. AMM Ranting Tanjung (Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah) bertindak sebagai panitia OC, sedangkan AMM Cabang sebagai Pantia SC. Untuk yang Pemuda Muhammadiyah dinamakan "Melati Tunas", sedangkan NA dinamakan " Darul Arqam NA 1" . 
 
Materi yang disampaikan terdir dari 7 point :
1. Ideologi Al Islam dan Kemuhammadiyahan
2. Tahsin Al Qur'an
3. Ekonomi Syariah
4. Ilmu Mawaris
5. Ke-organisasian (Pemuda Muhammadiyah dan NA)
6. Aliran Sesat
7. Munakahat
 
Peserta DANA 1

Peserta Melati Tunas
 

 
Salah satu pemateri adalah Ust. H. Sholahuddin Sirizar, Lc. MA, yang menyampaikan ekonomi syariah. Beliau adalah Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jateng selaku Mudir Ponpes Imam Syuhodo Sukoharjo.
 
Acara tersebut berakhir hari Senin sebelum ashar. Semoga peserta dan panitia menjadi kader Muhammadiyah yang militan, untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah : Terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. [sp/mch] 

Hanamasa dan Bread Talk Belum Bersertifikat Halal

 
Selama bulan Ramadhan,  redaksi Jurnal Halal dan situs web www.halalmui.org  banyak menerima pertanyaan masyarakat tentang kehalalan produk makanan dan minuman, restoran serta produk bakery. Salah satu pertanyaan datang dari Elvy Hudriyah, seorang presenter sebuah stasiun televisi yang menanyakan kehalalan restoran Hanamasa dan bakery Bread Talk. 
 
“Apakah resto Hanamasa dan roti Bread Talk sudah bersertifikat halal?,” demikian pertanyaan yang dikirimkan perempuan berhijab ini. Menurutnya, informasi ini penting bagi diri dan keluarganya serta umat muslim pada umumnya agar terhindar dari makanan yang haram maupun subhat. Terlebih lagi di bulan suci Ramadhan, yang semestinya menjadi bulan untuk meningkatkan amal ibadah. 
 
Menjawab pertanyaan Elvy dan beberapa pembaca lainnya, setelah melakukan pengecekan di database LPPOM MUI dapat dipastikan bahwa Restoran Hanamasa dan roti Bread Talk belum memiliki sertifikat halal. Hal yang sama juga dipertegas oleh Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si.  Oleh karena itu, pesan Muti Arintawati, masyarakat hendaknya berhati-hati dalam memilih resto dan bakery dengan hanya mengkonsumsi produk makanan yang telah terjamin kehalalannya oleh MUI. [sp/halalmui.org ]

Militer Israel Mengalami Kekalahan di Perbatasan


GAZA - Pasukan Zionis Israel kalah diperbatasan Gaza pada Senin (21/7). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Deputi Hamas Ismail Haniyah, seperti yang dilansir Ma'an News, Senin (21/7).

Ia mengatakan, pasukan Zionis dikalahkan oleh perlawanan Palestina di perbatasan Gaza. "Perlawanan pejuang Palstina kan memenuhi keinginan dan harapan rakyat Palestina."

Haniyah menambahkan, ketentuan yang ditetapkan oleh resistensi adalah tuntutan minimun untuk melakukan gencatan senjata. "Pengorbanan orang-orang kami sedang menuju kemenangan." ujarnya

Hingga kini, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan agresi militer Zionis Israel di Jalur Gaza mencapai 508 orang. Sedangkan, 2.000 lebih warga Palestina mengalami luka-luka. [sp/rol]

" Terlalu " Sejumlah Tokoh Indonesia hadiri HUT Kemerdekaan Israel

Sejumlah tokoh dari Indonesia menghadiri perayaan kemerdekaan Zionis Israel di School of the Arts, Singapura. Pengkhianat, Itulah kata yang cocok untuk menyebut sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang hadir dalam peringatan HUT Israel, Kamis (26/4/2012) lalu.
Setidaknya ada sepuluh orang Indonesia yang hadir dalam peringatan ulang tahun ke-64 kemerdekaan Israel. Hebohnya lagi, tamu dari Indonesia itu semua muslim. Mereka adalah politikus tersohor bersama istri berjilbab, dua perwakilan dari KADIN, pengusaha, dan bekas petinggi ormas pemuda Islam.
Diberitakan harian online Merdeka.com, bahwa salah satu yang hadir dalam acara tersebut adalah politisi senior Ferry Mursyidan Baldan. Ferry yang kini menjadi pengurus ormas Nasional Demokrat (Nasdem) itu nampak duduk di deretan keempat dari belakang. Berdampingan dengan seorang perepuan berkerudung merah muda. Ferry memakai setelan jas lengkap dengan dasi dan berkacamata.
Rombongan asal Indonesia itu memilih duduk berpencar di empat barisan terakhir. “Dia kan sering datang ke Indonesia,” kata seorang petinggi KADIN (Kamar Dagang dan Industri), merujuk pada Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Dia mengungkapkan KADIN selalu mendapat undangan serupa saban tahun.
Lantas muncul rombongan lain, yakni sejumlah politikus bersama istri dan sejumlah tokoh pemuda. “Saya sudah empat tahun menghadiri perayaan kemerdekaan Israel di Singapura,” kata salah satu dari mereka yang mengaku bekas sekretaris jenderal Himpunan Mahasiswa Islam ini. Bahkan, ia mengatakan bakal ada rombongan pemuda dari Indonesia yang akan berkunjung ke Israel bulan depan.

Ferry Mursidan Baldan
Sedangkan politikus yang juga pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ferry Mursyidan Baldan, mengaku sudah melawat ke Israel tiga tahun lalu. “Saya mengunjungi Hebron, Jericho, dan Yerusalem,” ujar pria berkaca mata ini. Dia juga sempat bertemu sejumlah anggota Knesset (parlemen Israel).
Istri Ferry tak kalah bangga bercerita soal kunjungan mereka ke negara Zionis itu. Menurut perempuan berjilbab ini, situasi Israel tidak seperti yang ia ketahui sebelumnya. “Di Knesset saja ada masjid karena ada anggota mereka keturunan Arab Muslim,” katanya. Semua orang Indonesia itu tidak kikuk berada di resepsi itu. Bahkan, mereka berbincang akrab dengan tuan rumah, yakni Duta Besar Israel untuk Singapura Amira Arnon. Amira tampak senang menyambut tetamunya dari Indonesia itu. Bahkan, ia menyebut mereka kawan Israel. Aroma undangan asal Indonesia itu boleh saja tercium wangi di hidung Arnon. Tapi bagi sebagian besar umat Islam, sangatlah menyakitkan.
Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, kehadiran politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ferry Mursyidan Baldan, dalam perayaan HUT Israel di Singapura, Kamis (26/4) lalu, dapat berakibat kepada berkurangnya kepercayaan publik kepada Partai Nasdem. Sebab, publik akan berpikir NasDem tak membela Islam. “Kita semua tahu tindakan Israel terhadap umat Islam di Palestina khususnya tak bisa ditolerir, tindakan Israel yang tidak terpuji,” kata Iberamsjah, Jakarta, Senin, (30/4).
Menurut Iberamsjah, kehadiran Ferry ke acara tersebut sangat melukai perasaan umat Islam. Iberamsjah lantas mempertanyakan apakah Partai NasDem memiliki hubungan dengan Israel. “Harus dan pantas dicurigai hubungan antara Partai Nasdem dengan Israel. Jangan-jangan biaya yang digunakan oleh Partai Nasdem selama ini berasal dari bankir-bankir Yahudi Israel, karena Partai Nasdem ini termasuk partai yang memiliki biaya besar dan tempo yang cepat,” jelas Iberamsjah. Demikian diberitakan merdeka.com.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan menilai, kedatangan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) ke perayaan HUT Israel di Singapura itu sebagai sebuah bentuk pengkhiatan terhadap Indonesia. Sebab, hingga saat ini Indonesia tak pernah mengakui adanya negara Israel. “Itu mengkhianati sikap kita yang tidak mengakui Israel. Itu tentu melukai hati rakyat Palestina dan negara lain yang mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Amidhan.
Menurut dia, sikap Indonesia soal Israel sejak dulu hingga kini jelas. Indonesia bahkan hingga kini tak mau membuka hubungan diplomatik dengan negara zionis itu. “Karena di dalam konstitusi kita tak mendukung penjajahan. Nah Israel kan sampai sekarang masih menjajah Palestina,” kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, kedatangan warga negara Indonesia ke acara tersebut tak sejalan dengan sikap pemerintah Indonesia. Sebab, hingga kini Indonesia masih memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Kita tidak ada urusan dengan Israel,” kata dia.
Kecaman senada juga diutarakan oleh Pendiri organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Joserizal. Ia mengutuk keras tindakan sejumlah tokoh dari Indonesia yang menghadiri acara tersebut. ”Mereka telah melanggar konstitusi negara Indonesia,” ujar Joserizal, Senin (30/4/2012).
Tak cuma itu, Joserizal juga menganggap tokoh Indonesia yang menghadiri acara kemerdekaan Zionis Israel itu sebagai sebagai pengkhianat bangsa. “Mereka jelas-jelas melanggar konstitusi. Mereka adalah bagian dari penghianat bangsa!” ujar Joserizal. Menurut dia, berdasarkan pembukaan Undang undang Dasar Negara 1945 menyatakan, ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Seperti dikutip republika.co.id.
Menurut Jose, Israel adalah penjajah di Palestina. Ia menegaskan bahwa Palestina seharusnya berhak merdeka. ”Sebagai bangsa yang berpegangan pada pembukaan UUD 1945, seharusnya para tamu tersebut menyadari bahwa Israel adalah penjajah. Sehingga tak sepatutnya menghadiri acara peringatan Hari Kemerdekaan Israel tersebut.
Ia menambahkan, kalau pun batang tubuh UUD masih dapat diubah, namun pembukaan UUD merupakan sesuatu yang tak dapat ditawar. Jose juga menegaskan, baik politis maupun pejabat yang menghadiri hari kemerdekaan Zionis Israel tak pantas menjabat di Indonesia. Sudah sepatutnya mengundurkan diri dari jabatan atau mundur dari kiprah politik mereka di Indonesia. “Mereka seharusnya berhenti dari jabatan mereka. Mereka tidak pantas jadi politisi di sini,” kata dia.
Patut disesalkan dengan kehadiran sejumlah warga negara Indonesia dalam peringatan HUT Kemerdekaan Israel di Singapur. Walaupun tidak ada konsekuensi hukuman, tentu hal ini pada khususnya sangat melecehkan para pujuang Palestina dan melukai perasaan umat Islam pada umumnya. Mereka (WNI) yang hadir di acara HUT Israel berarti tidak menghormati konstitusi UUD 1945 yang menentang setiap penjajahan di atas dunia. Artinya, mereka telah mengkhianati kemerdekaan bangsa. Apalagi HUT kolonialis yang konstitusi RI tak mengakui negara tersebut.  [

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1435 H Bertepatan Tanggal 28 Juli 2014

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan awal syawal 1435 H yang akan jatuh pada hari Senin 28 Juli 2014. Berbeda dengan awal Ramadhan yang Pemerintah memutuskan berbeda dengan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1435 H Pemerintah diyakini akan menetapkan sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurohman didampingi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers mengenai pernyataan resmi penentuan awal 1 Syawal 1435H, di gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Jum’at (18/7). Dalam keterangannya Oman menjelaskan, tinggi Hilal atau piringan bulan yang terpantul sinar Matahari pada saat tenggelamnya Matahari tanggal 27 Juli 2014 adalah sebesar 3,6 derajat dan masih di atas ufuk.

Dengan demikian menurut perhitungan hisab Imkanurukyat Pemerintah yang mensyaratkan tinggi hilal 2 derajat, maka menurut Oman Fathurohman kriteria pemerintah sudah terpenuhi  dan diyakini pemerintah akan menetapkan 1 syawal 1435H pada 28 Juli 2014. “3,6 derajat itu tinggi hilal apabila dilihat dari Yogyakarta, apabila dilihat dari Banda Aceh, maka tinggi bulan sebesar 2,1 derajat artinya masih juga memenuhi kriteria yang ditetepkan pemerintah,” jelasnya.

Oman Fathurohman mengunkapkan, Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, tidak mensyaratkan ketinggian hilal. Untuk Muhammadiyah jelas Oman, setelah terjadi Ijtima’ atau konjungsi dan bulan telah mengejar matahari, serta saat matahari tenggelam bulan masih ada di atas ufuk, maka kriteria telah terpenuhi dan esoknya telah masuk bulan baru.
Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menghimbau pawa warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1435 H, sebagai jalan untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sedikit terganggu akibat tensi pilpres yang cukup tinggi. “Saya berharap Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali menjalin ukhuwah, dan melupakan segala pertentangan yang mungkin terjadi karena Pilpres,” tegasnya. (mac/muhammadiyah)

Awal Puasa dan Toleransi Ulama Fiqih

 
Untuk kesekian kalinya, tahun ini ada lagi beda awal puasa. Semoga orang Islam Indonesia sudah terbiasa. Dan memang ini akan terus terjadi sampai tahun-tahun ke depan selama masih ada beda “epistemologi”; sekurang-kurangnya antara imkan ar-ru’yah (probabilitas terlihatnya hilal) dan wujud al-hilal (sudah adanya hilal).

Dalam hal ini, sidang isbat (penetapan) tetaplah perlu. Namun pemerintah tak bisa sampai memaksakan penetapannya untuk semua ormas Islam dan para pengikutnya. Sidang isbat sekedar penetapan secara administratif, bukan pemaksaan “ijtihad”.

Terlepas dari hal itu, ada tiga pelajaran penting yang sebenarnya bisa kita ambil dari perbedaan awal puasa.

Pertama, beda awal puasa mengajarkan bahwa ternyata, meski al-Quran dan hadisnya sama, interpretasinya bisa berbeda. Fenomena macam ini sebenarnya biasa. Kita bisa menemukan perbedaan pendapat yang sangat melimpah dalam kitab-kitab fikih, baik klasik maupun kontemporer. Mazhab yang diakui sah oleh “ortodoksi” Islam saja ada delapan. Semua tentu mendaku berpegang pada al-Quran dan hadis.

Perbedaan soal metode rukyah dan hisab, misalnya, bukan baru terjadi sekarang. Memang mayoritas ulama fikih klasik cenderung mengutamakan rukyah. Tapi sejumlah ulama fikih, seperti as-Subki dan Ibn Daqiqil-‘Id misalnya, cenderung pada hisab (Fatawa ar-Ramli, h. 358). Jadi, beda awal puasa sudah ada presedennya dalam masa lampau dan karena itu—meskipun banyak orang boleh jadi mengingingkan puasanya berbarengan—umat Islam tak perlu kaget dengannya.

Kedua, saya berpendapat bahwa perbedaan pandangan itu kadang perlu ada. Perbedaan pandangan keagamaan, meski boleh jadi ia memiliki potensi memercikkan konflik jika tak dikelola dengan baik, sering bermanfaat bagi pendewasan umat: bahwa keragaman tafsir adalah fakta keras kehidupan beragama. Jangankan dalam ayat atau hadis yang sama, dalam satu kata yang sama di dalam teks Quran atau Sunnah bisa memunculkan berbagai interpretasi.

Selain itu, keragaman pendapat juga memudahkan umat. Khalifah yang terkenal adil dari Dinasti Umayyah, Umar ibn Abdul Aziz, pernah berkata, “Aku lebih senang bila para ulama berbeda pendapat, sebab dengan demikian umat punya banyak pilihan.” Salah satu imam 4 mazhab ortodoks Sunni, Malik ibn Anas dari Madinah, tak berkenan menyerahkan kodifikasi hadis-fikihnya kepada pemerintah (Abbasiyah) tersebab menyadari bahwa di belahan kawasan lain (Irak, Syam, dan Mesir), sudah ada ulama lain.

Ketiga, yang paling menarik dari beda awal puasa ini, sesuai pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ialah hampir tidak menimbulkan konflik. Artinya, umat Islam bisa toleran dengan perbedaan ini. Cukup termaklumi, karena perbedaan awal puasa “sekedar” beda dalam soal cabangan-partikular (furu’).

Namun demikian, saya berpendapat, mestinya umat Islam juga bisa membawa sikap toleransi itu ke kawasan yang lebih jauh, yang lebih fundamental (ushul), terutama ke kawasan perbedaan yang menjurus ke persoalan sektarian.

Salah satu perspektif yang layak diajukan ialah bahwa perbedaan yang ushul dan yang furu’ seringkali tipis batasnya. Sebab, ia pada dasarnya juga terkait soal interpretasi terhadap Teks. Yang disayangkan, sengketa kerap muncul oleh sebab beda dalam memilah mana yang fundamental dan mana yang sekedar cabangan. Padahal, jika dirunut secara epistemologis dari tiap keragaman tafsir yang ada, tak terkecuali perbedaan lintas sekte, keragamaan tafsir itu lebih banyak berhubungan erat dengan perbedaan interpretasi sejarah, epistemologi tafsir, serta validasi riwayat. Begitu.

Azis Anwar Fachrudin


STKIP Muhammadiyah Sorong Papua Galang Bantuan Untuk Palestina

Sorong – (16/07) Dana bantuan sebanyak Rp 24.267.900,00 (dua puluh empat juta dua ratus enam puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah) berhasil dikumpulkan Posko Muhammadiyah Sorong untuk Palestina yang didirikan selama 3 hari, bantuan tersebut akan disalurkan melalui LAZISMU.

Reaksi serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina dalam dua pekan terakhir memang menyita perhatian dunia. Terlebih Indonesia yang terkenal sebagai masyarakat muslim terbesar dunia. Kepedulian atas ketertindasan yang dialami bangsa Palestina bukan hanya lahir dari tendensi agama, namun juga merupakan bentuk penghormatan hak-hak asasi manusia yang harus diperjuangkan atas penduduk sebuah negara berdaulat. Tak terkecuali salah satu amal usaha Muhammadiyah yang berada di ujung timur Indonesia yakni STKIP Muhammadiyah Sorong juga berpartisipasi dalam penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas Gaza.

Bagi Israel sendiri serangan ini tentunya menjadi paradigma terbalik di mana selama ini Israel sering mendengung-dengungkan jargon untuk melindungi dan memperjuangkan HAM, malah mereka yang melanggar jargon tersebut.

Aksi solidaritas civitas akademika STKIP Muhammadiyah Sorong ini berjalan lancar dan disambut penuh antusias oleh warga Kota dan Kabupaten Sorong. Hal ini terlihat dari sambutan serta partisipasi masyarakat dalam membantu penggalangan dana. Sebagaimana dirilis dalam status Drs. H. Rustamadji, M.Si. yang juga sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, menyatakan bahwa Posko Peduli Palestina dalam kurun waktu tiga hari atau tanggal 14 s/d 16 Juli 2014 dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 24.267.900,00(dua puluh empat juta dua ratus enam puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah). Dalam status tersbut beliau juga menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat kota dan kabupaten Sorong yang telah berpartisipasi dan membantu suksesnya kegiatan tersebut.

Masuk Politik Praktis, Pengurus ‘Aisyiyah Harus Non Aktif Secara Organisasi


 “Kami punya mekanisme internal organisasi, sudah ada ketentuan kalo menjadi tim sukses calon harus non aktif. Ketika pileg kemarin banyak surat pengajuan non aktif masuk.” Tutur Noordjannah Djohantini dalam konferensi pers yang diadakan Senin (14/07) di Gedung Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Hal tersebut merupakan tanggapan ‘Aisyiyah atas pertanyaan sikap ‘Aisyiyah pada anggota yang masuk dalam politik praktis.

Noor menegaskan kembali, secara organisasi ‘Aisyiyah sejalan dengan putusan Persyarikatan Muhammadiyah yang memilih netral dalam pemilu. Tapi Noor menekankan, ‘Aisyiyah memberi kebebasan pada wargaya untuk memilih calon presiden sesuai kemantapan hati. Menurutnya, keberpihakan Muhammadiyah berarti melanggar ketentuan organisasi.

Ditanya soal adakah data yang menunjukkan banyaknya kader terjun ke politik praktis selama pemilu, Noor menyampaikan hal itu belum secara jelas bisa diketahui.

“Karna level organisasi ‘Aisyiyah khan berjenjang. Dari daerah data akan masuk ke wilayah, kami menerima laporan dari wilayah. Kalau untuk legislatif data yang masuk kami ada.“ Ungkap Noor.

Dalam konferensi pers tersebut Noor, atas nama ‘Aisyiyah mengajak setiap elemen masyarakat untuk menahan diri dan ikut mengkondusifkan suasana pasca pemilu yang tensinya tidak menurun. Noor meminta terutama pada warga persyarikatan dan simpatisan Muahammadiyah-‘Aisyiyah agar tidak terprovokasi. [sp/aisyiyah.or.id]

Kaum Muda Muhammadiyah Kecam Serangan Israel ke Gaza


Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin menggelar unjuk rasa di simpang empat Klodran, mengecam serangan militer Israel ke Gaza, Palestina.
Aksi yang dilakukan puluhan anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) itu, berlangsung di depan Masjid Agung Bantul. Mereka berorasi, melaksanakan shalat ghaib, dan penggalangan dana untuk membantu para korban di Palestina karena aksi milter Israel.
Ustad Budi Nugroho dari Pondok Muhammadiyah As-Syifa Bantul dalam orasinya mengatakan pihaknya meminta masyarakat memboikot produk Amerika, sebab, penggunaan produk-produk tersebut dianggap memberikan keuntungan kepada kaum Yahudi Israel.
"Keuntungan dari penjualan produk Amerika, digunakan untuk persenjataan tentara Israel, dosa besar apabila kita (Indonesia) masih menggunakan produk-produk itu," katanya.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat lebih peduli terhadap penderitaan warga Palestina, karena para korban terutama anak-anak, hingga kini masih mengalami penderitaan sebagai bagian dari perjuangan membela Islam.
"Tidak akan ada yang menang melawan Islam," katanya dihadapan massa AMM Bantul yang membawa spanduk bertuliskan 'Israel : Biadab', serta 'Tolak Penggunaan Produk Amerika'.
Sementara itu, Koordinator aksi, Wiranthi Prastomo mengatakan, selain memboikot produk Amerika, demonstran juga menyampaikan sejumlah aspirasi di antaranya mendesak pemerintah untuk bertindak dalam upaya perdamaian di Palestina.
Kemudian juga mengimbau masyarakat untuk menggelorakan semangat anti Zionis Israel, serta mengulurkan bantuan untuk rakyat Palestina.
"Aksi tidak hanya berhenti di sini, melainkan akan terus dilanjutkan hingga terwujud perdamaian di Palestina," katanya.
Selain aksi turun ke jalan, demonstran juga menyebar pamflet dan menggalang dana di masjid seluruh ranting Muhammadiyah juga sekolah Muhammadiyah se- Bantul hingga 20 Juli nanti, kemudian dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk mengurangi beban korban Palestina.
Unjuk rasa mengecam serangan Israel ke Gaza tersebut melibatkan beberapa pihak seperti Pemuda Muhammadiyah (PM) Nasyiatul 'Aisyiyah (NA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TS), dan Hizbul Wathan (HW). [sp.ar]

Tarjih Muhammadiyah: Tuntunan I'tikaf Ramadhan

1. Pengertian I’tikaf

I’tikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Sedang pengertian i’tikaf menurut istilah dikalangan para ulama terdapat perbedaan. Al-Hanafiyah (ulama Hanafi) berpendapat i’tikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk melakukan shalat berjama’ah, dan menurut asy-Syafi’iyyah (ulama Syafi’i) i’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah. Majelis Tarjih dan Tajdid dalam buku Tuntunan Ramadhan menjelaskan I’tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.
I’tikaf disyariatkan berdasarkan al-Quran dan al-Hadits.

Al-Qur’an surat al-Baqarah (2): 187.

… فَاْلآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.

Artinya:  ...maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang   ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” [QS. al-Baqarah (2):187]

Hadits riwayat Aisyah ra:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]


Artinya: “Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim]

2. Waktu Pelaksanaan I’tikaf

I’tikaf sangat dianjurkan dilaksanakan setiap waktu di bulan Ramadhan. Di kalangan para ulama terdapat perbedaan tentang waktu pelaksanaan i’tikaf, apakah dilaksanakan selama sehari semalam (24 jam) atau boleh dilaksanakan dalam beberapa waktu (saat). Al-Hanafiyah berpendapat bahwa i’tikaf dapat dilaksanakan pada waktu yang sebentar tapi tidak ditentukan batasan lamanya, sedang menurut al-Malikiyah i’tikaf dilaksanakan dalam waktu minimal satu malam satu hari.

Dengan memperhatikan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa i’tikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu, misal dalam waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan seterusnya, dan boleh juga dilaksanakan dalam waktu sehari semalam (24 jam).

3. Tempat Pelaksanaan I’tikaf

Di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 187 dijelaskan bahwa i’tikaf dilaksanakan di masjid. Di kalangan para ulama ada pebedaan pendapat tentang masjid yang dapat digunakan untuk pelaksanaan i’tikaf, apakah masjid jami’ atau masjid lainnya. Sebagian berpendapat bahwa masjid yang dapat dipakai untuk pelaksanaan i’tikaf adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin khusus, baik masjid tersebut digunakan untuk pelaksanaan salat lima waktu atau tidak. Hal ini sebagaimana dipegang oleh al-Hanafiyah (ulama Hanafi). Sedang pendapat yang lain mengatakan bahwa i’tikaf hanya dapat dilaksanakan di masjid yang biasa dipakai untuk melaksanakan salat jama’ah. Pendapat ini dipegang oleh al-Hanabilah (ulama Hambali).

Menurut hemat kami masjid yang dapat dipakai untuk melaksanakan i’tikaf sangat diutamakan masjid jami (masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan salat Jum’at) , dan tidak mengapa i’tikaf dilaksanakan di masjid biasa.

4. Syarat-syarat I’tikaf

Untuk sahnya i’tikaf diperlukan beberapa syarat, yaitu;
a. Orang yang melaksanakan i’tikaf beragama Islam
b. Orang yang melaksanakan i’tikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan
c. I’tikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa
d. Orang yang akan melaksanakan i’tikaf  hendaklah memiliki niat i’tikaf
e. Orang yang beri’tikaf tidak disyaratkan puasa. Artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan i’tikaf

5. Hal-hal yang Perlu mendapat perhatian bagi orang yang beri’tikaf

Para  ulama sepakat bahwa orang yang melakukan i’tikaf harus tetap berada di dalam masjid tidak keluar dari masjid. Namun demikian bagi mu’takif (orang yang melaksanakan i’tikaf) boleh keluar dari masjid karena beberapa alasan yang dibenarkan, yaitu;

a. karena ’udzrin syar’iyyin (alasan syar’i), seperti melaksanakan salat Jum’at
b. karena hajah thabi’iyyah (keperluan hajat manusia) baik yang bersifat naluri maupun yang bukan naluri, seperti buang air besar, kecil, mandi janabah dan lainnya.
c.  Karena sesuatu yang sangat darurat, seperti ketika bangunan masjid runtuh dan lainnya.

6. Amalan-amalan yang dapat dilaksanakan selama I’tikaf

Dengan memperhatikan beberapa ayat dan hadis Nabi Saw., ada beberapa amalan (ibadah) yang dapat dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan i’tikaf, yaitu;

a. Melaksanakan salat sunat, seperti salat tahiyatul masjid, salat lail dan lain-lain
b.  Membaca al-Qur’an dan tadarus al-Qur’an
c.   Berdzikir dan berdo’a
d.   Membaca buku-buku agama

Wallahu a’lam bish shawab. 

Sumber
http://www.fatwatarjih.com/2011/08/tuntunan-itikaf.html

Ukraina Sebut Penembakan MH17 Sebagai Aksi Teroris


Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina membuat sejumlah pihak menghujat pelaku penembakan sebagai 'teroris'. Salah seorang pejabat Ukraina yaitu penasihat Kementerian Dalam Negeri, Anton Gerashchenko mengatakan hal ini dalam posting di facebooknya kalau teroris menembaki pesawat dengan sistem rudal roket.

Dalam postingnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (18/7/2014), Anton menceritakan pesawat yang ditembak sedang melintas terbang dengan ketinggian 10 ribu meter atau hampir 33 ribu kaki. Padahal, pesawat ini sedang menjalani rute penerbangan dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat jenis boieng 777 ini membawa 295 orang termasuk awak dan jatuh di dekat wilayah Donestk, Ukraina bagian timur.

Hal senada diungkapkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko kalau jatuhnya pesawat MH17 itu sebagai tindakan 'teroris'.

"Kami tidak mengecualikan pesawat itu ditembak jatuh. Dan, mengkonfirmasi kalau Angkatan Bersenjata Ukraina tidak pernah aktif menembak di langit," sebut Petro seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/7/2014).

Sebelumnya, Malaysia Airlines menyatakan kalau pihaknya telah kehilangan kontak dengan Air Control Traffic (ATC) Ukraina. Seperti diberitakan, MH17 jenis Boeing 777 ini terbang dari Amsterdam, Belanda pada pukul 12:15 waktu setempat dan diprediksi tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 06:10 waktu malaysia di hari berikutnya.

Penerbangan ini membawa 280 penumpang dan 15 kru pesawat. Pesawat naas itu diduga ditembak dengan roket dan semuanya tewas pada Kamis (17/7/2014).

Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab terkait penembakan pesawat sipil dengan total korban meninggal 295 penumpang itu.(detik/sp)

Merawat Al Qur'an

Salah satu keistimewaan yang ada pada bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al Qur’an. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulanRamadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) (QS Al Baqarah 185)”.

Berdasarkan ayat tersebut, fungsi diturunkannya Al Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengarungi kehidupan.  Di samping itu juga sebagai pembeda (furqon) antara yang hak dengan yang bathil. Sehingga manusia dapat meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.

Peristiwa turunnya Al Qur’an diperingati oleh umat Islam sebagai Nuzulul Qur’anyang secara resmi oleh Pemerintah ditetapkan sebagai Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Sehingga, secara kenegaraan, pemerintah Indonesia, baik di tingkat pusat sampai daerah, setiap tahun selalu memperingati hari turunnya Al Qur’an, yang dihadiri oleh para pejabat negara.

 Lantas apa yang harus dilakukan oleh kaum muslim untuk merawat Al Qur’an?Diantara beberapa upaya untuk merawat Al Qur’an adalah, pertamaMengimani. Kita harus mengimani semua bagian Al Qur’an tanpa terkecuali. Jangan sampai kita hanya mengimani sebagian isi Al Qur’an, yang sesuai dengan selera dan kehendak kita saja, dan mengingkari sebagian yang lainnya, jika tidak sesuai dengan selera dan kehendak kita. Sikap kita terhadap Al-Qur’an adalah:Sami’na wa atha’naa “Kami mendengar dan kami mentaati”.

Keduamembaca (tilawah). Pada bulan Ramadhan biasanya dengan tadarusanAgar dapat membaca dengan baik dan benar, maka harus mempelajari ilmu tajwid. Barangsiapa yangmembaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf” (HR. Tirmidzi)Dan bagi orang-orang yang bisa membaca Al Qur’an dengan baik, kelak di Hari Qiyamat akan diberi kehormatan untuk membacakan Al Qur’an dihadapan para penduduk Surga (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai).

Ketiga, Menghafal (al hifzu) sesuai kemampuan. Tujuannya agar mempermudah dalam pengamalannya, seperti pada bacaan Shalat, maupun disampaikan pada waktu ceramah. Kemampuan manusia dalam menghapal Al Qur’an, merupakan salah satu cara dari menjaga keutuhan Al Qur’an itu sendiri. Bahkan orang buta (tuna netra) juga diberi kemampuan untuk menghapal Al Qur’an. Sebab, jika terdapat bacaan (lafadz) atau tulisan (kitab) yang salah, maka para penghapal Al Qur’an akan mengingatkan kesalahannya. Sehingga menjadi benar kembali. Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang didalam hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an ibarat rumah yang rusak (HR At-Tirmidzi)

Keempat, memahami (al fahmu). Setiap muslim wajib memahami isi yang terkandung dalam Al Qur’an. Tanpa pemahaman yang baik dan benar, maka akan menjadi sulit untuk mengamalkan. Sebelum kita mengamalkan sesuatu, kita harus memahami dulu sesuatu itu, supaya tidak salah dalam mengerjakannya. Sebagai pedoman hidup yang paling lengkap, jika kita memahaminya, maka akan mempermudah kita dalam mengamalkan isinya. Karena Al Qur’an ditulis dengan menggunakan bahasa Arab, maka cara ideal untuk memahami Al Qur’an adalah dengan mempelajari bahasa Arab.

Kelima, diamalkan (al a’mal). Seorang yang memahami dan mengerti sebuah kebaikan namun tidak mengamalkan bagaikan lebah yang tidak menghasilkan madu. Al Qur’an adalahpedoman hidup manusia yang wajib untuk diamalkan isinya, baik dalam kehidupan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Tujuannya agar manusia dapat menjalani hidup ini dengan baik sesuai petunjuk Allah Swt. Sehingga setiap langkahnya akan dibimbing dan mendapatkan ridho dari Allah Swt.

Keenam, disampaikan (adakwah). Kebaikan bukanlah hanya untuk diri sendiri saja. Alangkah baiknya apabila ia dapat dirasakan oleh orang lain. Kebaikan yang terus menyebar ini akan menjadi ladang amal yang terus mengalir bahkan apabila kita sudah meninggal sekalipun, laksana air zamzam yang tak pernah berhenti memancar. 

Masih banyak umat Islam yang belum mengetahui kewajiban-kewajiban ini. Sebagai sesama muslim tentu kita wajib menyampaikannyaSabda Nabi Muhammad Saw : “Sampikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”.
Inilah salah satu refleksi yang harus kita lakukan di akhir bulan Ramadhan, sambil kita beriktikaf. Sehingga kita dapat terus berikhtiar untuk menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah. Wallahu’alam. (rol/sp)

Oleh Faozan Amar/Direktur Al Wasath Institute dan Dosen Studi Islam UHAMKA

MEDIA

KIRIM ARTIKEL
 
Copyright © 2013. Sang Pencerah - All Rights Reserved
Team Website Sang Pencerah