Tulisan Terkini >>

Wali Kota Gaza: Palestina Bangga dengan Rakyat Indonesia


Wali Kota Gaza, Palestina, Issam Jouda atas nama pemerintah kota yang dipimpinnya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia.
 
"Untuk saudaraku dari Indonesia, kami ucapkan selamat atas hari kemenangan rakyat dan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 2014," katanya seperti disampaikan relawan Indonesia yang menetap di Gaza, Abdillah Onim dari Gaza, Rabu (20/8) pagi.

"Kami doakan semoga rakyat Indonesia hidup damai, hidup bebas, dan memiliki masa depan yang cemerlang," tambahnya.

Onim menjelaskan bertepatan pada HUT ke-69 Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8), ia berkesempatan melakukan kunjungan singkat ke kantor Wali Kota Gaza di Jabalia.

Pada kesempatan itu, Jouda menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang penduduknya salah satu terbesar di dunia, sehingga keberadaan rakyat Indonesia sangat diketahui oleh dunia.

"Indonesia selalu siap berada di belakang rakyat Palestina, dan selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina," katanya. Selain itu, kata Jouda, Indonesia adalah negara pertama yang selalu mendukung perjuangan Palestina.

"Kami sangat bangga dengan (dukungan atas perjuangan kami) dari rakyat Indonesia," katanya.

Jouda menambahkan bahwa Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada 1955, di mana Indonesia menjadi tuan rumah, adalah perjuangan dan sebagai bentuk penentangan terhadap kolonialisme dan penjajahan di atas dunia yang harus dihapuskan.

"Harapan kami, semoga dalam waktu dekat, Palestina pun akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya, tentu tak terlepas dukungan dari negara-negara di dunia, termasuk Indonesia," kata Jouda.

Pihaknya juga berharap hubungan antara negara Palestina dengan negara lain selalu terjalin sehingga masa depan Palestina menjadi lebih baik. "Dan kami membutuhkan dukungan dan kepedulian negara-negara, dan itu sangat berarti bagi rakyat Palestina," harap Jouda.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Gaza juga mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Pemerintah Indonesia serta seluruh wali kota se-Indonesia untuk menjalin hubungan baru guna membicarakan program pembangunan kota di Gaza, Palestina, baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dijalankan. [sp/republika]

Polisi Tangkap Perampok Brankas Universitas Muhammadiyah Jakarta

Jakarta - Aparat Polda Metro Jaya meringkus sindikat perampokan brankas milik Universitas Muhammadiyah Jakarta yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kelompok ini spesialis pencurian dengan pemberatan terhadap kampus, sekolah dan perkantoran," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan di Jakarta Senin.

AKBP Herry mengatakan petugas meringkus Muhammad Jupri Polanunu alias Jupri sebagai "kapten", Fajri Tuarita alias Aji, Zulfikar alias Zul.

Kemudian, tersangka Salani Lestaluhu alias Salani, Samsul Marasabessy alias Samsul (25) dan Effendy Sahubawa alias Boban (23).

Herry mengungkapkan para pelaku diciduk di lokasi berbeda seperti Bogor Jawa Barat, Ambon dan Cipinang Jakarta Timur mulai 20 hingga 22 Agustus 2014.

Kepada penyidik, Jupri mengaku telah beraksi menggasak 10 kampus termasuk membobol brankas berisi uang Rp60 juta di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada April 2014.

Sindikat spesialis kampus sekolah dan perkantoran itu biasa beraksi dua kali sepekan.

Kelompok pimpinan Jupri pernah mengaruk 10 unit televisi layar datar dan empat unit komputer di kawasan Serpong Tangerang Selatan Banten.

Selanjutnya, mengambil dua unit televisi layar datar dan empat unit komputer, serta menyasar salah satu taman kanak-kanak di sekolah dasar kawasan Serpong.

Bahkan kelompok penjahat itu mengambil uang Rp20 juta, 20 unit televisi layar datar dan dua unit komputer jinjing di Kampus Bina Insani Bogor.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita dua buah linggis panjang, delapan buah obeng, satu kamera merk Cannon, empat unit telepon seluler dan satu unit mobil. [sp/antara]

Sinyal-Sinyal Kematian

Suatu hari, Iyas bin Qatadah, pemimpin Bani Tamim, melihat bulu jenggotnya sudah putih. Ia pun berucap: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari perkara (petaka atau kematian) secara mendadak. Kulihat kematian sudah menuntutku dan aku tak bisa mengelak darinya.

Kemudian, ia pun keluar menemui masyarakatnya, seraya berseru: “Wahai kaum Bani Tamim, aku sungguh sudah memberikan masa mudaku untuk kalian maka hendaknya kalian memberikan untukku di masa tuaku. Mengapa kalian tak bisa memperlihatkan kepadaku perihal krusial dan mendesaknya kebutuhan; kematian ini begitu dekat denganku.

Kemudian, ia mengibaskan surbannya, menyendiri, lalu meminta izin kepada kaumnya untuk fokus beribadah kepada Rabb-nya, dan tidak melibatkan diri dalam percaturan kekuasaan, hingga meninggal.

Sinyal-sinyal dari kerentaan usia, yang sekaligus merupakan salah satu indikasi dari dekatnya seseorang akan kematian, kerap hadir di hadapan kita.

Misalnya, anak-cucu yang sudah beringsut dewasa, kulit yang sudah mengeriput, gigi yang sudah mulai tanggal satu demi satu, tulang mengalami osteoporosis yang selanjutnya mengakibatkan nyeri, menurunnya daya pendengaran, indra pengecap, dan daya ingat (memori). Demikian pula dengan tumbuhnya uban di bulu-bulu kita.

Melalui narasi di atas, bagaimana Iyas bin Qatadah, pemimpin Bani Tamim, begitu cerdas menangkap sinyal-sinyal kematian itu dengan hadirnya uban di jenggotnya.

Maka, berbahagialah kita yang tersadarkan dengan segenap fase kehidupan yang mau tidak mau mesti kita jalani, sehingga babak kehidupan kita pun berakhir dengan indah. Sebaliknya, hati-hatilah, jika semua itu sama sekali tidak menorehkan keinsyapan pada kita, sehingga “makin tua justru makin jadi”.

Allah berfirman: “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (ar-Rum: 54).

Sedang, Nabi SAW bersabda: “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam, walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR Ibnu Hibban).

Gemerlap jabatan dan kekuasaan (al-jah) memang acap kali meninabobokan manusia, sehingga dia bebal untuk mengingat kematian. Itulah sebabnya mengapa banyak guru spiritual mewanti-wanti agar seseorang tidak tersandung dalam jebakan ini.

Bahwa, kekuasaan juga merupakan wahana bagi sang hamba untuk lebih banyak beramal saleh memang benar. Tapi, banyak tokoh politik dan pemimpin terkapar di dalamnya adalah fakta yang sulit dibantah, sehingga dia terpasung dalam janji-janji muluk yang diikrarkannya sendiri dan sifat amanah pun menjadi jauh sekali.

Sosok Iyas bin Qatadah sebagai pemimpin, moga bisa menginspirasi para tokoh politik kita, sehingga akhir hidupnya sungguh memesona, ia sukses dalam menjalin hubungan dengan sesama dan Rabb-nya.

Oleh: Makmun Nawawi
           republika 

144 Pandu HW PTM Ikuti Jambore Nasional

Sukoharjo – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sukriyanto AR mengingatkan bahwa perkembangan iptek, informasi, transportasi dan migrasi penduduk yang begitu cepat menjadikan tantangan berat bagi kepanduan Hizbul Wathan (HW).
 
“Karena itu, HW harus segera mengambil langkah-langkah strategis dan taktis,” tandasnya di depan Seminar Akselerasi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sebagai Pandu Modern dan Pandu Sejati,” di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (23/8).

Sukriyanto meminta pimpinan HW harus ada peningkatan gerak organisasi, sekaligus harus mau menekuni, mengembangkan HW baik dari aspek organisasi, ideologis maupun aktifitas konkrit. HW harus membangun sumber daya manusia, banyak melakukan pelatihan-pelatihan baik teoritik keilmuan, fisik ketrampilan, disamping juga melakukan studi banding baik dalam negeri maupun luar negeri.

HW musti mau melakukan sosialisasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan dan juga di berbagai kampung, desa, kecamatan, daerah dan propinsi yang belum ada Muhammadiyahnya. "HW harus jadi pelopor", ujarnya.

Ke depan HW harus dipersiapkan antara lain dengan menanamkan visi dan misinya. HW harus menegaskan kembali visinya sebagai kader Muhammadiyah, kader umat dan kader bangsa. Misi HW seperti yang tersebut dalam simbol-simbol, perjanjian dan undang-undang  harus selalu ditampilkan diwujudkan dalam masyarakat.
 
144 Pandu HW PTM Ikuti Jambore Nasional
Sebanyak 144 Pandu Hizbul Wathan (HW) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengikuti Jambore Nasional HW 2014 yang diselenggarakan (21 – 24/8) di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). “Mereka berasal dari 25 PTM dari seluruh Indonesia,” jelas Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan HW, Uun Harun Syamsuddin , di Kampus UMS, Sukoharjo, Jumat kemarin (22/8).

Uun mengatakan, Jambore Nasional kali ini adalah jambore penuntun atau penegak kalau Pramuka untuk pertama kali setelah kepanduan HW dibekukan oleh pemerintah tahun 1961 lalu. Tujuan jambore kali ini sebagai ajang silaturahim dalam rangka mempererat ukhuwah kepanduan HW. Selain itu, untuk menyamakan persepsi kepanduan HW, baik model, metode latihan, sekaligus memperbarui metode yang sudah tidak sesuai dengan jamannya. “Tentu saja itu semua untuk membangkitkan kembali kepanduan HW yang sempat ditidurkan sejak tahun 1961, dan kini beberapa tahun belakangan ini dibangkitkan lagi,” jelasnya.[sp/muhammadiyah.or.id]

Inilah Perolehan Medali Akhir Kejurnas Tapak Suci XVI di Solo

 
SOLO – Kejurnas Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah XVI telah resmi berakhir di GOR Manahan, Solo, Minggu (24/8). Kontingen asal Jawa Timur tampil sebagai juara umum dalam ajang yang diikuti sebanyak 300-an atlet itu, setelah menjadi kolektor medali terbanyak serta mengumpulkan poin tertinggi. 

Jumlah torehan medali tim Jatim,yakni empat emas, sembilan perak dan empat perunggu, sebenarnya masih kalah mentereng dengan milik Jateng, yang sukses menggondol enam emas, lima perak dan tiga perunggu. Namun, berdasarkan aturan yang berlaku di kejuaraan Tapak Suci, di mana juara ditentukan berdasarkan jumlah nilai keseluruhan dari medali yang dikumpulkan, maka Jatim dinyatakan tampil sebagai pemenang.

Kalau di event lain, juara ditentukan dari jumlah medali emas terbanyak, maka di sini ditentukan dengan jumlah poin keseluruhan.

Setiap medali yang diperoleh diakumulasikan, dengan ketentuan emas mendapat 100 poin, perak; 50 poin dan perunggu; 25 poin,” ujar ketua Panpel Kejurnas, Roni Syaifulloh, saat dijumpai wartawan di GOR Manahan, seusai kejuaraan. 

Dengan ketentuan itu, maka Jatim sukses mengumpulkan poin 950 dan menempati urutan pertama. Sementara, Jateng berada di urutan kedua, dengan nilai 925 poin dan Kontingen DIY, dengan torehan delapan emas dan dua perunggu atau 850 poin, berada di posisi ketiga.

Salah strategi
Sementara itu, salah satu pelatih Jateng, Indro Catur, sedikit kecewa dengan kegagalan timnya menyabet gelar juara umum, terlebih saat tampil di depan publiknya sendiri. Meski demikian, ia sadar kekalahan timnya lebih dikarenakan aturan yang berlaku dan bukan karena prestasi.

“Kami salah strategi. Jika tahu aturannya seperti ini, tentunya kami akan menggunakan strtegi yang berbeda untuk menang,” beber Catur. Meski kalah, Catur mengklaim puas dengan pencapaian para pesilatnya. Terlebih tim Jateng mampu memenuhi target yang dicanangkan sebelumnya, yakni lima emas.

Apalagi enam emas yang diperoleh Jateng itu, lima di antaranya dihasilkan dari nomor tanding. Kelima nomor tanding yang mampu dirajai oleh Jateng, yakni kelas B putra atas nama Bangun Novembria, Alih Yutika Ananda di kelas A putri, Ulyva Kurniawati di kelas D putri dan nomor beregu bebas putra dan putri. Sementara satu emas lainnya diperoleh Jateng dari nomor seni, lewat Hanif Al Dillathof di kelas tunggal tangan kosong.

“Secara keseluruhan kami cukup unggul di nomor tanding. Bahkan kami mampu mengantarkan salah satu pesilat kami, yakni Bangun Novembria sebagai pesilat terbaik di sektor putra. Sedang pesilat terbaik di kelompok putri diraih Wida Wijaya dari Kaltim,” tegas Catur.

Daftar Perolehan Medali Kejurnas Tapak Suci Putera Muhammadiyah XVI
No      Kontingen       Emas    Perak   Perunggu        Nilai
1       Jawa Timur          4          9       4       950
2       Jawa Tengah        6          5      3       925
3       DI Yogyakarta     8         0       2       850
4       DKI Jakarta        1         5       6       500
5       Kalimantan Timur  3       1       5       475
6       Riau                    2       1       6       400
7       Jawa Barat          0       3       7       325
8       Sumatera Utara  1       0       3       175
9       Lampung            1       0       1       125
10      Banten              0       1       3       125

Pesilat terbaik nomor tanding
*Putra: Bangun Novembria (Jateng)
*Putri: Wida Wijaya (Kaltim)
Pesilat terbaik nomor seni
*Putra: Ari Yulianto (tunggal senjata/DI Yogyakarta)
*Putri: Yeni Hendriyanti (tunggal tangan kosong/Jabar)
Kontingen terfavorit: Riau

Sumber: Panpel Kejurnas


Kota Solo Jadi Tuan Rumah Kejurnas Tapak Suci ke-16

Surakarta - Kejuaraan nasional (Kejurnas) pencak silat Tapak Suci ke 16, resmi dibuka, Kamis kemarin (21/8) di GOR Manahan. Ketua Umum PP Muhammadyah, Din Syamsuddin membuka Kejurnas yang diikuti 300 lebih atlet ini.
 
Sebanyak 302 atlet yang berasal dari 22 Provinsi ikut ambil bagian dalam Kejurnas edisi ke 16 sepanjang sejarah Tapak Suci ini. Ketua Umum PP Muhammdiyah Din Syamsuddin berharap Kejuaraan ini semakin menambah banyak atlet silat Nasional dari wadah Tapak Suci.
“Banyak yang hanya mampu mengatakan siap. Tapi tidak legowo dengan hasil yang diterima dengan hasil pertandingan,” ungkap Din di sela-sela pembukaan.

Sementara itu, Ketua Panpel Kejurnas, Ronny Syaifullah mengatakan wakil Jawa Tengah akan ikut serta sebanyak 30 atlet. Sementara beberapa atlet nasional seperti Sapto Purnomo, Slamet Riyadi, dan Diki Ananda.

“Tapak Suci masuk 10 besar perguruan silat historis di Indonesia. Dan selama ini Tapak Suci memberikan kontribusi nyata bagi olahraga silat Indonesia di Dunia,” kata Rony.

Di tempat yang sama Ketua umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Zamhari, Kejurnas ini merupakan kejuaraan nasional yang ke 16 kali, sejak tahun 1963 sejak tapak suci berdiri. Kejurnas yang digelar hingga hari Ahad (24/8) diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Dari Mesir sebagai peninjau, dan dari Singapore sebagai peserta.

Tapak suci adalah ortom dari sekian ortom muhammadiyah ,dan real kegiatannya, tapak suci sudah mendahului muhammadiyah membentuk cabang di mana-mana. Afnan berharap Kejurnas ini mengedepankan sportivitas, sebagai ajang silaturahim, sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan pencak silat tapak suci

Agenda tapak suci setelah ini Afnan menyatakan akan memperbanyak pelatih, “Memperbanyak pelatih dan meningkatkan kualitas pelatih, sehingga ketika dibutuhkan tapak suci sudah siap melatih” tutupnya. [sp/muhammadiyah]

Periksa Produk Halal Bisa dengan Scan Barcode Melalui BlackBerry

 
Bogor – Untuk mengetahui kehalalan suatu produk, kini kaum muslimin lebih dimudahkan dengan adanya fitur-fitur baru tentang produk halal di BlackBerry, khususnya seri terbaru OS 10. Bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), BlackBerry dan LPPOM MUI berkomitmen untuk menyediakan layanan informasi secara realtime dan lengkap.
 
Sebelumnya, LPPOM MUI telah meluncurkan fasilitas pencarian produk dan informasi halal dengan nama HalalMUI on BB, kini pihaknya kembali meluncurkan fasilitas baru berupa pengecekan kehalalan produk melalui scan barcode pada kemasan. Fasilitas ini terselenggara atas kerjasama dengan BlackBerry dan bisa diakses via BB OS 10.

“Ini implementasi lanjutan dari kerjasama antara LPPOM MUI dengan BlackBerry yang akan terus memberikan kemudahan informasi halal kepada masyarakat,” ujar Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, pada acara halal bi halal dengan pimpinan perusahaan produk halal dan wartawan di Gedung Global Halal Centre Bogor, 21 Agustus 2014.

Scan barcode halal via BB sangat mudah. Pengguna cukup mengunduh aplikasi HalalMUI di BlackBerry App World secara gratis, kemudan mengarahka kamera pada barcode yang ada dalam kemasan. Jika produknya telah disertifikasi halal, maka aka muncul data informasi tentang nama produsen, jenis produk, hingga masa kadaluarsa sertifikat.

Sebelumnya, LPPOM MUI bekerja sama denga GS1 juga telah meluncurkan fasilitas ini melalui ponsel android dengan nama ProhalalMUI on Android. Sejak diluncurkan, ProhalalMUI on Android telah diunduh oleh 4.400 downloader, sedangkan HalalMUI on BlackBerry sebanyak 4.660 downloader.

Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Sumunar Jati selaku penyedia program IT di LPPOM MUI menjelaskan, hingga kini belum semua produk halal bisa diakses informasinya melalui scanning barcode. Dari sekitar 47 ribu item produk ritel, 40% diantaranya telah teridentifikasi barcode halalnya. Selebihnya sedang dalam tahap identifikasi.

“Kami berharap, pihak perusahaan juga turut membantu memberikan data barcode-nya sehingga informasi produk halal semakin terdistribusi dengan baik,” Kata Sumunar Jati. [sp/kiblat]

15 Rekomendasi Rakernas MUI di Jakarta: Dari Soal ISIS, Syiah Rafidhah, JIL Hingga Israel


Jakarta  - Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi ditutup. Rapat yang diikuti seluruh pengurus MUI Pusat dan pimpinan MUI tingkat provinsi seluruh daerah di Indonesia itu telah berakhir pada Kamis, 14 Agustus 2014. Ketua MUI KH Umar Syihab diberi mandat oleh Ketua Umum MUI Prof Din Syamsuddin untuk mengetuk palu penutupan.
 
Berikut lima belas rekomendasi yang dihasilkan dari Rakernas yang telah berjalan selama dua hari di Hotel Sultan, Jakarta itu. Rekomendasi ini dibacakan oleh Wakil Sekjen MUI Zainuttauhid Saadi. Rekomendasi meliputi berbagai macam persolan. Dari soal ISIS, aliran menyimpang, kebiadaban Israel, haji, ekonomi umat, hingga perbaikan akhlak bangsa.
Berikut kutipan selengkapnya:

Rekomendasi Rapat Kerja Nasional MUI 2014
Jakarta, 12-14 Agustus 2014

1. Penguatan Forum Ukhuwah Islamiyah dalam rangka menyamakan pandangan (taswiyatul manhaj) dan kesatuan gerak langkah (tansiqul harakah) dilakukan bersama ormas, lembaga dan tokoh Islam Indonesia agar dapat dibentuk di daerah-daerah.

2. MUI ikut aktif mengampanyekan penguatan ekonomi syariah ke seluruh lapisan masyarakat dan mendesak Pemerintah menunjukkan keberpihakannya, baik melalui dukungan regulasi maupun langkah konkret dengan mengonversi salah satu bank BUMN Syariah

3. Majelis Ulama Indonesia bertekad untuk melakukan perbaikan akhlak bangsa dengan mengefektifkan Pusat Dakwah Islamiyah dan meminta Pemerintah untuk melakukan upaya dengan mencegah pornografi dan pornoaksi serta problem akhlak bangsa lainnya sebagai antisipasi efek negatif dari pasar bebas.

4. Umat Islam wajib mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai wujud pelaksanaan semangat hubbul wathan (patriotisme/cinta tanah air)

5. MUI telah memperoleh kepercayaan masyarakat dan diberikan kewenangan oleh negara menjalankan sertifikasi produk halal selama seperempat abad lebih. Untuk itu, peranan MUI perlu diperkuat dalam melaksanakan sertifikasi halal yang meliputi penetapan standard, pemeriksaan/audit produk, penetapan fatwa, dan penerbitan sertifikat halal sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang merupakan otoritas keluamaan dalam RUU JPH (Jaminan Produk Halal).

6. Maraknya penyebaran ajaran Islam yang menyimpang di masyarakat banyak menimbulkan konflik, mislanya Syiah Rafidhah, Ahmadiyah, Millah Abraham, Jaringan Islam Liberal (JIL) dan aliran radikal lainnya. MUI mendesak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyimpangan tersebut.

7. MUI mendesak agar DPR segera menyelesaikan pembahasan RUU tentang Pengelolaan Keuangan Haji dan RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, agar pemanfaatan dana haji betul-betul dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji.

8. Ormas Islam dan segenap potensi umat Islam lainnya, dipandang perlu untuk segera menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke IV pada 2015. KUII 2015 diharapkan dapat merusmuskan konsep strategis terhadap kepentingan umat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

9. MUI mendesak Pemerintah sebagai founding fathers ASEAN agar mendorong penyelesaian secara adil terhadap etnik Rohongya di Myanmar, Melayu di Thailand, bangsa Moro di Filipina Selatan dan etnik-etnik Muslim di China dengan memberikan mereka hak-hak sebagai warga negara dan penduduk.

10. MUI mengutuk keras tindakan Israel yang telah melakukan agresi secara membabi buta dan aksi genosida (pemusnahan) terhadap rakyat Palestina sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan. MUI menuntut dunia internasional agar Israel diberikan sanksi berat untuk mempertanggungjawabkan kebiadaban dan kejahatan perang dan kemanusiaan di Mahkamah Internasional. MUI mendesak Pemerintah RI memperjuangkan solusi abadi dan adil dengan mewujudkan dua negara yang merdeka dan berdaulat (two state policy) serta saling mengakui.

11. MUI menyerukan umat Islam Indonesia untuk mewaspadai ideologi dan gerakan ISIS/ISIL yang menggunakan cara-cara destruktif, ekstrem, radikal dan bertentangan dengan syariat Islam, serta mengancam sendi-sendi keutuhan negara dan bangsa Indonesia.

12. MUI menyerukan agar kehidupan kerukunan beragama senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan. Oleh karena itu MUI menyerukan kepada Pemerintah dan DPR agar segera menyusun dan membahas RUU Kerukunan Umat Beragama.

13. Ditunjuknya Indonesia sebagai tempat kedudukan World Halal Food Council (WHFC) hendaknya menjadi spirit transformasi menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan lainnya, khususnya sebagai pusat ekonomi syariah.

14. MUI mengimbau umat Islam memberikan perhatian terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk melakukan inovasi dan content yang Islami di media massa serta mendorong pelaku bisnis media, baik cetak, online maupun elektronik sehingga umat Islam dapat mengambil peranan signifikan dalam membangun informasi yang bermartabat.

15. MUI menyerukan semua instansi Pemerintah maupun swasta agar tidak menghalang-halangi ketaatan dalam melaksanakan ajaran agama, seperti pemakaian seragam dinas jilbab Polwan, seragam siswi dan sebagainya sebagai bentuk perlindungan dan pelaksanaan hak asasi yang dijamin dalam konsitusi.

Rekomendasi MUI ini dirumuskan oleh Komisi C yang diketuai Ketua MUI KH Slamet Effendi Yusuf dan Sekretaris KH Muhyidin Junaedi. Anggota tim perumus rekomendasi di antaranya Zainuttauhid Saadi, Sumunar Jati, Utang Ranuwijaya, Cholil Nafis, Abdurrahman Saleh dan Brigjen Pol Anton Tabah. [sp/tabligh.or.id]

Amanat Panglima Besar Jendral Soedirman Melalui Surat Terbuka


Ini adalah sebuah surat terbuka dari Panglima Besar Jendral Soedirman yang ditulis pada Januari 1948 di Yogyakarta. Surat ini ditujukan kepada anak bangsa di negeri ini. Sebab dalam pandangan beliau, kedepan pemimpin negeri ini banyak yang bodoh dalam mengelola asset bangsa dan rakyat. Mereka justru menjadi antek bangsa asing menjual asset Negara seperti “penjualan Freport” yang dilakukan Presiden Soeharto.

ANAK-ANAKKU, TENTARA INDONESIA, KAMU BUKANLAH SERDADU SEWAAN, TETAPI TENTARA YANG BERIDEOLOGI, YANG SANGGUP BERJUANG DAN MENEMPUH MAUT UNTUK KELUHURAN TANAH AIRMU, PERCAYA DAN YAKINLAH BAHWA KEMERDEKAAN SATU NEGARA, YANG DIDIRIKAN DI ATAS TIMBUNAN RUNTUHAN JIWA, HARTA BENDA DARI RAKYAT DAN BANGSANYA, TIDAK AKAN DAPAT DILENYAPKAN OLEH MANUSIA SIAPAPUN JUGA, BERJUANG TERUS, SAYA TETAP MEMIMPIN KAMU SEKALIAN, TUHAN,  INSYA ALLAH MELINDUNGI PERJUANGAN SUCI KITA
(Amanat Panglima Besar Jendral Sudirman,
Januari 1948 di Yogyakarta)

KARAKTER PEMIMPIN NASIONAL
  1. Jujur
  2. Setia
  3. Berani
  4. Disiplin
—  TUGAS YANG PALING POKOK ADALAH MEMPERTAHANKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA (INTEGRASI BANGSA) DALAM WUJUD MEMPERTAHANKAN
  1. NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
  2. BHINEKA  TUNGGAL IKA
  3. PANCASILA
  4. UNDANG-UNDANG DASAR 1945
INDONESIA
SETIAP DETIK SELALU BERADA DALAM ANCAMAN.
SETIAP SAAT SELALU MENJADI PEREBUTAN NEGARA ADIDAYA
SETIAP HEMBUSAN NAFAS KITA SEJATINYA KINI TERJAJAH BANGSA LAIN

Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang sangat besar. Menyimpan banyak sumber mineral, energy, perkebunan , hasil hutan dan hasil laut yang melimpah. 

Saat ini Indonesia peringkat 6 dalam hal cadangan emas, nomor 5 dalam produksi tembaga, urutan 5 dalam produksi bauksit, penghasil timah terbesar di dunia setelah Cina, produsen nikel terbesar ke dua di dunia. Tambang Grasberg Papua adalah tambang terbesar di dunia.  Kesimpulannya negara urutan teratas dalam hal raw material.

Negara ini adalah produsen sumber energi terbesar. Berada pada urutan nomor 2 eksportir batubara di dunia setelah Australia, eksportir gas alam bersih LNG terbesar di dunia, seperempatnya dikirim ke Singapura. Eksportir terbesar gas alam cair setelah Qatar dan Malaysia. 

Dalam komoditi perkebunan Indonesia nomor 1 dalam produksi CPO, produsen karet terbesar di dunia, urutan 3 dalam hal produksi kakao, merupakan produsen kopi terbesar di dunia bersama Vietnam dan Brasil. 

Akibatnya Indonesia menjadi sasaran utama investasi Internasional dalam rangka memburu bahan mentah. Umumnya investasi internasional berasal dari negara-negara industri maju. Tujuan utama investasi internasional di Indonesia adalah mengeruk bahan mentah. Sangat langka investasi asing di Indonesia membangun Industri.

PERANGKAP REZIM INTERNASIONAL
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi pendirian WTO melalui  UU No 7 Tahun 1994. Seluruh kesepakatan di bawah WTO mutlak harus diikuti Indonesia. Agenda utama WTO adalah menghapus seluruh hambatan perdagangan, baik tariff maupun non tariff serta menghilangkan hambatan investasi, dan meningkatkan komitmen dalam IPR (HAKI).

Pemerintah telah menandatangani berbagai perjanjian perdagangan bebas FTA, seperti Asean Free Trade Agreement (AFTA), ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA), Indonesia Japan Economic Comprehensive Partnership Agreeement (IJEPA). Indonesia juga berencana menandatangani berbagai perjanjian perdagangan bebas lainnya dengan berbagai negara dan kawasan di dunia.
Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian Bilateral dalam hal investasi yang disebut dengan Billateral Investment Treaty. Sedikitnya 67 BIT yang ditandatangani pemerintah Indonesia. Perjanjian ini merupakan perjanjian perlindungan investasi tingkat tinggi bagi investor.

FTA /CEPA
Free Trade Agreement, merupakan perjanjian perdagangan bebas dan investasi. Seluruh hambatan perdagangan dan investasi dihapuskan melalui FTA. Sevagai contoh FTA antara Indonesia AESEAN China. 

Selain itu ada CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) merupakan salah satu  rencana perjanjian Free Trade Agreement (FTA). Sebagai contoh CEPA  antara EU dan Indonesia yang sangat komprehensif dibandingkan FTA lainnya.   Investment Chapter dalam CEPA merupakan bentuk perlindungan tingkat tinggi bagi investor. Dalam dokumen Joint Study Group antara Indonesia EU terlihat bahwa Ruang lingkup perjanjian sangat komprehensif adalah 1) akses pasar, 2) 3) fasilitasi perdagangan dan investasi.

Perjanjian tersebut dapat mengikat Indonesia secara hukum atau legally binding, yang jika dilanggar akan membawa Indonesia ke arbitrase Internasional.

REGULASI NASIONAL
Pemerintah juga telah mengesahkan UU No 25 tahun 2007 tentang penanaman modal. UU ini merupakan adopsi prinsip dasar dari WTO, BIT, dan FTA. UU ini sejalan dengan kepentingan perusahaan multinasional.
Dibawah UU ini pemerintah telah mengeluarkan Daftar Negatif Investasi (DNI) sebagai strategi untuk membuka semua sektor ekonomi strategis bagi Investasi asing, mulai dari air, energy, pangan, keuangan.

Selain itu pemerintah telah melahirkan berbagai UU dalam rangka memfasilitasi investasi luar negeri yaitu UU Bank Indonesia, UU perbankan, Migas, UU Minerba, UU sumber daya air, UU kehutanan. Keseluruhan UU tersebut ditujukan dalam rangka memfasilitasi investasi asing seluruh sektor stratgis di Indonesia.

Proses pembuatan UU Penanaman Modal, Daftar Negtif Investasi (DNI) dilakukan dibawah perintah IMF, World Bank dan Asian Development Bank. Semua UU yang berkaitan dengan investasi dan perdagangan di Indonesia dibuat diatas perintah dari institusi keuangan global dan negara-negara maju.

KERUGIAN NEGARA DAN RAKYAT
Perjanjian internasiona l dalam rangka liberalisasi investasi dan perdagangan menyebabkan Indonesia menjadi ajang pertarungan modal mutinasional dalam merebut sumber daya alam dan sekaligus menguasai pasar Indonesia sebagai saluran dari produk manufaktur negara-negara Industri.

Kedaulatan negara secara sistematis digerus oleh modal asing. Posisi pemilik modal asing telah lebih kuat dibandingkan dengan pemerintahan nasional dan pemerintah local. Ditengah upaya negara memperjuangkan kedaulatan nasional, menjaga pulau-pulau terluar dari wilayah NKRI, pada saat yang sama sebagian besar lahan di Indonesia telah jatuh dalam penguasaan modal asing.

Eksploitasi kekayaan alam yang berlangsung secara ugal-ugalan telah melahirkan diskrimasi effect yang luas terhadap social ekonomi masyarakat. Tidak adanya industrialisasi olahan nasional menyebabkan jumlah kekayaan alam Indonesia yang diangkut oleh modal asing tidak pernah diketahui secara pasti. Selain itu rendahnya industrialisasi menyebabkan pengangguran di Indonesia sangat besar.

Pengerukan kekayaan alam ekstraktif telah melahirkan kerusakan lingkungan, menurunkan daya dukung lingkungan dalam menopang pertanian yang merupakan sumber hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Banyak penelitian membuktikan di lokasi dimana pertambangan berlangsung, tingkat kemiskinan masyarakatnya di wilayah tersebut sangat tinggi.

—  INTERNASIONAL
—  REGIONAL
—  NASIONAL
—  PROVINCIAL
—  LOCAL
KETERBATASAN
  1. WILAYAH
  2. SUMBER DAYA  ALAM
  3. SUMBER DAYA  ENERGI
  4. SUMBER DAYA  MANUSIA
—  PEREBUTAN WILAYAH DAN SUMBER DAYA ALAM, MAUPUN MANUSIANYA MERUPAKAN FIGHT TO SURVIVE
—  NEGARA YANG KUAT AKAN MEMPENGARUHI DAN MENGUASAI NEGARA YANG LEMAH, TIDAK MELALUI KEKUATAN MILITER TETAPI MELALUI OPERASI INTELIJEN YANG DISEBUT “PSYCHOLOGICAL WARFARE” YAITU MERUBAH CARA BERPIKIR KITA  CHANGE OF MIND SET YANG DINAMAKAN
APAKAH ITU GLOBALISASI ?
—  GLOBALISASI ADALAH SUATU CARA DARI HASIL PEMIKIRAN PEMIMPIN-PEMIMPIN NEGARA ADI DAYA, BAGAIMANA CARANYA MEMPENGARUHI, MENGUASAI DAN MENGENDALIKAN NEGARA LAIN DI BAWAH KEMAUANNYA (GLOBALISASI ADALAH BENTUK INTERNASIONALISM YANG MERUPAKAN NASIONALISM NEGARA ADI DAYA).
NEGARA ADIDAYA
GLOBALISASI
  1. HAM
  2. DEMOKRASI
  3. LINGKUNGAN HIDUP
  4. FREE TRADE
MEMINIMIZE KEWENANGAN NEGARA UNTUK MENGATUR RAKYATNYA
ASPEK KEHIDUPAN BERBANGSA & BERNEGARA YANG MENJADI SASARAN GLOBALISASI ADALAH:
  1. GEOGRAFIS
  2. SUMBER DAYA ALAM
  3. SUMBER DAYA MANUSIA
  4. IDEOLOGI
  5. POLITIK
  6. EKONOMI
  7. SOSIAL BUDAYA
  8. MILITER
PERTAHANKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DALAM KERANGKA NKRI,
BHINEKA TUNGGAL IKA & UUD ‘45.


sumber: siaga.co

Siswi di Papua Diusir Karena Pakai Jilbab

Seorang siswi kelas 5 SD Negeri Entrop di Jayapura bernama Faradila diusir dari sekolah hanya karena mengenakan kerudung (jilbab). Orang tua siswi tersebut, Iwan menceritakan bahwa pengusiran pertama terjadi pada hari Kamis (14/8/2014) di mana menurut sang anak saat itu wali kelasnya, H. Sirait mengusir sang anak karena mengenakan jilbab. Saat itu juga Faradila langsung pulang. Demikian sebagaimana diberitakan oleh harian Cenderawasih Pos.
Lalu pada Sabtu (16/8/2014) Faradila kembali ditegur untuk tidak mengenakan jilbab dan akhirnya kejadian pengusiran terakhir terjadi pada Senin (18/8/2014) kemarin sekitar pukul 08.00 WIT.
“Awalnya anak saya diusir pada hari Kamis. Saat itu ia langsung disuruh pulang. Saya sendiri tahu ketika disuruh jemput anak saya di depan toko,” kata Iwan.
“Pada hari Sabtu (16/8/2014), Faradila diultimatum untuk Senin (18/8/2014) tidak lagi menggunakan jilbab dan bila melanggar maka diminta untuk segera mengurus surat pindah. Ini disampaikan Wali Kelas dan Kepala Sekolahnya,” jelas Iwan yang dibenarkan anaknya.
Iwan ngotot bahwa sang anak tidak bersalah soal pakaian ini, sebab sekolah tersebut adalah sekolah negeri. Apalagi sang anak sendiri yang memiliki keinginan untuk mengenakan jilbab.
Menurut Iwan kerudung tidak mengganggu proses belajar mengajar.
“Anak saya mulai berkerudung sejak 4 Agustus lalu dan saya tidak pernah meminta anak saya berkerudung, tapi dia yang mau. Nah, kalau akhirnya dilarang oleh sekolah kami juga bingung. Itu aturan dari mana?” tanyanya penuh keheranan.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Entrop, Barsalina Hamadi yang ditemui oleh Cenderawasih Pos di ruang kerjanya membantah jika dirinya disebut melakukan pengusiran.
“Saya tidak usir dan saya hanya sampaikan ke siswa bahwa kami punya aturan soal seragam di sekolah. Saya meminta untuk tidak berseragam yang lain. Tapi kalau mau seperti itu (berkerudung, Red) alangkah baiknya kalau ia masuk di sekolah yang mengajarkan untuk berkerudung dan ada kajian agamanya,” ungkap Barsalina.
Menurut Barsalina, pihaknya mengajarkan muridnya ke depan mereka memiliki kebersamaan.
“Jadi sekali lagi saya tidak mengusir. Seharusnya orang tua tahu aturan di sekolah. Kalau berkerudung otomatis berbeda dengan teman-temannya dan kami anggap mereka tidak taat pada aturan sekolah, padahal sudah kami sampaikan sejak awal,” lanjut Barsalina.
Ternyata kejadian di sekolah ini bukanlah yang pertama kalinya, sebab beberapa tahun yang lalu seorang siswi bernama Paramita pun mengalaminya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh ibu siswi tersebut, Nur Wahida. Namun Paramitha memilih untuk melepas jilbabnya.
“Paramitha di rumah mengenakan jilbab. Ia berangkat sekolah masih mengenakan jilbab. Menjelang memasuki pagar sekolah Paramitha terpaksa melepas jilbabnya,” aku Nur Wahida kapada kabarpapua.net.
Saat ini Paramitha telah duduk di kelas VII SMP, dan bisa kembali mengenakan jilbab karena ia memilih bersekolah di salah satu sekolah Islam di Jayapura. [sp/tabligh.or.id]

Pesantren Pertama di Skandinavia Resmi Dibuka


Denmark -- Pesantren Imam Khatib resmi dibuka di di Slagelse, Denmark. Pesantren ini menjadi sekolah teologi Islam pertama bagi komunitas Muslim di wilayah Skandinavia.

Pesantren ini membuka pendaftaran untuk siswa dari Denmark, Norwegia, dan Swedia. Sekolah Imam Khatib Denmark akan mengajarkan kurikulum nasional bersama pelajaran-pelajaran Islam yang berkaitan dengan Alquran, hadits dan syariat.

''Untuk saat ini pesantren Imam Khatib baru menerima siswa dengan usia minimal 18 tahun ke atas,''  kata Kepala pesantren Sekolah Imam Khatib, Ahmet Deniz, seperti dikutip kantor berita Turki, Anadolu, Selasa (19/8).

Pesantren Imam Khatib di Denmark ini merupakan sekolah Imam Khatib ke dua di Eropa setelah pesantren pertama di Belgia. Meski baru mulai beroperasi, Pesantren Imam Khatib Denmark sudah memiliki 52 siswa. [sp/rol]

Pemikul Tandu Jendral Soedirman Hidup Miskin


Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan.
 
Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan.

Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai.

“Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya.

Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa.

Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun.

Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar.

Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras.

“Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya.

Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat.

Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa. “Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya.

Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya. “Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya.

Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan tidak ada bedanya. [sp/siaga.co]

Muhammadiyah Pertanyakan Negara Ketuhanan Versi SBY

JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, mempertanyakan negara ketuhanan versi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Bagaimana cara bertuhan tanpa agama? Dalam Islam, sila pertama Pancasila dipahami sebagai Tauhid," tegas Yunahar saat dihubungi ROL, Jumat (15/8) sore.

Yunahar menyatakan Tauhid adalah ajaran pokok dan paling utama dalam agama Islam. Jadi, antara agama dan ketuhanan tidak bisa dipisahkan.

Sebelumnya, Presiden SBY menegaskan sejak awal didirikannya hingga saat ini, Indonesia adalah negara yang berketuhanan. Namun, Indonesia bukan negara agama sehingga semua paham yang ingin mendirikan negara agama di Tanah Air harus ditolak.

"Ini adalah ujian bagi kebangsaan kita, ke-Indonesia-an kita. Indonesia adalah negara berketuhanan, bukan negara agama," kata Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR/DPD RI Jakarta, Jumat. [sp/rol]

Adakah Manusia Purba ?

Sekali-kali, tengoklah buku sejarah untuk tingkat SMP. Bab I buku itu membahas tentang sejarah manusia, yang dikaitkan dengan kemungkinan adanya jenis makhluk bernama “manusia purba”. Mengapa teori semacam ini dimunculkan dan diajarkan di sekolah-sekolah?
Perlu dicatat, Ilmu pengetahuan yang berkembang pada era dominasi Peradaban Barat sekarang ini bersumber dari paham sekularisme, utilitarianisme dan materialisme. Paham-paham tersebut menolak unsur transenden dalam alam semesta, memisahkan agama dari kehidupan dan nilai yang tidak mutlak atau relatif (Harvey Cox, The Secular City, 1965).Semenjak Rene Descartes (m. 1650) menyampaikan prinsip cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada) maka rasio menjadi satu-satunya pengetahuan dan satu-satunya kriteria untuk mengukur kebenaran. Rasio menjadi pokok pengetahuan dan ia harus terbebas dari mitos-mitos keagamaan seperti wahyu, Tuhan, credo, nilai dan lain sebagainya.
Ilmu pengetahuan Barat modern tidak mempunyai pinjakan kuat tentang asal-usul manusia, berbeda dengan wahyu yang jelas-jelas menyebutkan manusia pertama adalah Adam. Merekapun menyusun suatu landasan teori yang menyebutkan bahwa asal-usul manusia adalah manusia purba. Teori ini “diperkuat” dengan temuan-temuan fosil manusia purba yang berusia jutaan tahun. Maka muncul dan berkembanglah teori evolusi yang menyatakan asal usul manusia sekarang ini adalah manusia kera, kemudian berkembang menjadi manusia purba dan manusia modern.
Bagaimana sesungguhnya?
Dalam pelajaran sejarah Indonesia kita sering mendapat informasi adanya fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di beberapa lokasi di Jawa yang oleh para arkeolog diperkirakan berumur mulai dari 1,7 juta tahun (Sangiran) hingga 50.000 tahun yang lalu (Ngandong).Terdapat kategori dua subspesies berbeda yaitu Homo erectus paleojavanicus yang lebih tua daripada Homo erectus soloensis. Disebutkan bahwa mereka hidup sezaman dengan manusia modern Homo sapiens kurang lebih 50.000 tahun lalu.
Namun demikian hampir semuanya sepakat bahwa nenek manusia bukan manusia model yang fosilnya ditemukan itu. Para ahli pendukung teori evolusi mengatakan bahwa mahluk itu merupakan missing link (mata rantai yang hilang) dari ras manusia. Namun bagi umat Islam dan para ilmuwan modern, keberadaan fosil manusia purba tidak pernah diakui kebenarannya. Para evolusionis (kaum yang menganut paham teori evolusi Darwin) yang memang atheis tidak punya pijakan siapa manusia pertama sehingga berasumsi bahwa manusia yang sekarang ada merupakan perkembangan dari manusia purba.
Keberadaan manusia purba, termasuk binatang dinosaurus sudah banyak disangkal oleh para ilmuwan modern. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori manusia purba tidak benar alias tidak pernah ada. Selama ini kita mendapatkan pemahaman yang salah yang diberikan pada waktu pendidikan dasar, ditambah dengan rekayasa film ala holywood yang memvisualisasi keberadaan mahluk-mahluk di jaman purba, di antaranya Film Jurasic Park. Keadaan menjadi bertambah parah tatkala teori tentang manusia purba yang dikemukakan oleh para evolusionis ini diberikan tempat di dalam kurikulum pendidikan dasar kita.
Para ilmuwan Barat yang sebagian besar memang menganut teori evolusi memasukkanAustralopithecus atau ras kera yang telah punah sebagai ras ”nenek moyang manusia”.Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia. Perbedaan ini yang tidak bisa dijelaskan oleh mereka selanjutnya disebut dengan mata rantai yang hilang (missing link).
Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spesies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada periode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.
Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan manipulasi. Contoh yang paling terkenal adalah manusiaPiltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.
Ilmuwan evolusionis yang tidak mengenal Tuhan tidak mendapatkan informasi siapa manusia pertama yang mendiami bumi ini. Oleh karena itu mereka membuat teori asal usul manusia yang dimulai dari manusia kera, manusia purba dan manusia modern. Apabila kita orang Islam mengemukakan konsep manusia pertama adalah Adam, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran dan Hadits Nabi saw, besar kemungkinan akan ditolak karena bertentangan dengan teori yang mereka buat.
Karena dunia Barat saat ini tengah menguasai peradaban dunia, maka mereka bisa dengan mudahnya memasukkan teori-teori tersebut ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk pendidikan Islam di negeri-negeri muslim. Sampai saat ini teori evolusi dengan keberadaan manusia purbanya masih banyak dipakai dan diajarkan di sekolah-sekolah Islam. Padahal itu semua tidak benar karena berasal dari pemikiran yang sangat spekulatif dan jauh dari unsur wahyu. Ironisnya, banyak orang tua tidak peduli, saat belajar sejarah, anaknya dijejali dengan teori yang menanamkan benih keraguan terhadap iman mereka. [sp/insistnet.com]

Siti Walidah, Merintis 'Aisyiyah Dari Pengajian Wal 'Ashri

Siti walidah atau Nyai Ahmad Dahlan lahir di Kauman pada 1872 M. Beliau merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah Muhammad Fadil, kiyai penghulu di keratin yang kemudian menekuni profesi sebagai saudagar batik. Siti Walidah kecil, sebagaimana rata-rata anak di Kauman mendapatkan fasilitas pendidikan agama yang dibimbing oleh orang tuanya juga para ulama yang berada di langgar-langgar Kauman. Siti Walidah dikenal sebagai sosok pembelajar. Kemampuannya berdakwah dia asah sejak kecil yang mendorongnya mendapat kepercayaan dari sang ayah untuk membantu mengajar di langgar yang biasa disebut Langgar Kyai Fadhil.
Pada 1889 Siti Walidah dinikahkan dengan Muhammad Darwis nama kecil Kyai Ahmad Dahlan. Pernikahan tersebut merupakan pernikahan sistem family yang kala itu banyak terjadi di Kauman. Ahmad Dahlan sendiri adalah saudara sepupu Siti Walidah. Setelah Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912, Ahmad Dahlan yang juga memberi perhatian khusus pada kemajuan kaum perempuan mendorong berdirinya ‘Aisyiyah. Siti Walidah merintis gerakan ini dengan memulai pendidikan (pengajian) bagi kaum perempuan di Kauman. Kegiatan ini diisi dengan cursus Al-qur’an yang diperuntukkan gadis-gadis di Kauman yang masuk sekolah netral.
Surat Al-ma’un menjadi surat pertama yang kerap diajarkan pada pengajian ini. Diajarkannya surat ini pada kegiatan cursus bukan tanpa alasan, Siti Walidah dan Ahmad Dahlan mengasah kepekaan muridnya untuk peka pada fenomena kemiskinan yang hampir marak dikalangan Umat Islam. Pengajian ini semakin lama semakin berkembang merambah sampai Lempuyangan, Karangkajen, dan Pakualaman. Karena pengajian dilakukan setelah Ashar, kegiatan ini kemudian dikenal dengan Wal ‘Ashri. Pengajian juga diperuntukkan bagi para buruh batik di Kauman yang merupakan kelompok terpinggir yang sulit mengakses pendidikan. Disamping belajar tentang agama, forum pengajian juga mengajarkan mereka cara menulis dan membaca. Pengajian ini dinamakan sebagai Maghribi School sesuai dengan jam diadakannya pengajian yaitu setelah magrib.
Wal ‘Ashri, Maghribi School, dan Sapa Tresna menjadi cikal bakal pergerakan Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam memperjuangkan kesetaraan bagi setiap kelompok manusia tanpa pandang kasta atau status sosialnya. Lama kelamaan, pengajian ini menyebar sampai ke pelosok Indonesia yang kemudian mendorong berdirinya perwakilan organisasi ‘Aisyiyah. Pada 1972, Siti Walidah bahkan melakukan kunjungan ke Batur Jawa, Tengah dengan menunggangi kuda melewati pegunungan Dieng. Fakta ini menunjukkan ketokohan Siti Walidah dalam perkembangan organisasi ‘Aisyiyah. Siti Walidah menjabat sebagai president HB Muhammadiyah bagian ‘Aisyiyah dari tahun 1921 yang kemudian berpindah status sebagai adviseur (penasehat) ‘Aisyiyah sejak tahun 1927.
Semasa aktif di ‘Aisyiyah, Siti Walidah dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki pergaulan luas dan terlibat di ranah publik. Beliau bahkan pernah diundang dalam sidang Ulama Solo yang bertempat di Serambi Masjid Besar Keraton Surakarta yang notabene pesertanya adalah kaum laki-laki. Beliau juga berpidato dihadapan kongres pada kongres ‘Aisyiyah ke-15 yang berlangsung di Surabaya pada tahun 1926. Kongres ini kemudian diwartakan di beberapa harian Surabaya seperti Pewarta Surabaya dan Sin Tit Po yang memprovokasi kaum isteri Tionghoa agar berkemajuan seperti yang dipraktekkan warga ‘Aisyiyah. Kiprahnya di ‘Aisyiyah terus berlangsung puluhan tahun berikutnya. Terakhir kali beliau mengikuti kongres pada 1940 yang kala itu diadakan di Yogykarta. Beliau tetap mengikuti walau dalam keadaan sakit.
Tidak sampai setahun setelah beliau menyampaikan wasiat, tepatnya 31 Mei 1946 wafat menyusul suaminya. Pemerintah member gelar Pahlawan Nasional pada perempuan yang lebih dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan semasa hidupnya ini. Jasanya dalam melahirkan generasi perempuan untuk terlibat di ranah publik menjadi keteladanan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. [sp/ppa]

MEDIA

KIRIM ARTIKEL
 
Copyright © 2013. Sang Pencerah - All Rights Reserved
Team Website Sang Pencerah